Banyak dari setiap orang memiliki kekasih mereka sendiri. memberi kasih sayang satu sama lain. Merasakan sedih dan senang. Namun apa artinya semua itu jika belum halal. Keinginan untuk memiliki kekasih bukan lah salah, malah sebuah kebutuhan. Tak ada yang bisa hidup sendiri, berjuang sendiri seperti superhero, karena semua itu adalah kodrat manusia.
Dengan adanya seseorang disamping kita yang dapat memberikan warna baru pastinya menjadikan hidup ini indah. Seperti Nabi Adam yang kesepian di surga. Di awal penciptaannya semua yang ia butuhkan selalu ada. Makanan, minuman, kecerdasan, pengetahuan, hewan, tumbuhan,pemandangan nan indah dan segala apa yang ada di surga. Namun ia masih merasa sepi, tak ada yang mengisi kekosongan hatinya akan rindunya seorang yang sama seperti dia. Maka Tuhan yang Maha Mengerti akan segala sesuatu menjadikan Hawa yang berasal dari tulang rusuk Nabi Adam sebagai pendamping hidupnya.
Beruntungnya Nabi Adam adalah tak harus mencari Hawa diantara ribuan manusia seperti sekarang. Yang ia butuhkan adalah bersabar sehingga Tuhan menciptakan Hawa. Kendatinya sekarang berbeda, ada milyaran Adam dan Hawa di dunia ini. Mana Adam yang satu untuk Hawa yang satu. Tapi tak usah khawatir karena Tuhan Yang Maha Penepat Janji telah memberikan tanda dalam kitab sucinya : "yang baik untuk yang baik, yang jujur untuk yang jujur, yang terpelihara untuk yang terpelihara" namun Tuhan juga menjanjikan yang sebaliknya " yang buruk untuk yang buruk" maka bersabarlah dan jadilah yang terbaik.
Wahai Tulung Rusukku ! Maafkanlah aku.
Mungkin pikiran ku pernah memikirkan bukan tentang dirimu. Tangan ku mungkin pernah menggandeng selain dirimu. Mata ini bukan mengarah pada dirimu. Mulut ku pernah berbicara manis selain kepadamu. Kasih sayang ku pernah terbagi untuk orang lain.
Namun jangan bersedih, ada yang aku selalu jaga untukmu yaitu Kecupanku hanya untuk keningmu.
Namun jangan bersedih, ada yang aku selalu jaga untukmu yaitu Kecupanku hanya untuk keningmu.







0 komentar:
Posting Komentar