Kepercayaan terhadap seseorang adalah sebuah rasa yakin akan suatu hal yang kita berikan kepada orang yang menurut kita pantas mendaptkannya.Namun rasa percaya ini terkadang terlalu berlebihan sehingga ketika kita sudah mulai dikecewakan. Lantas bagaimana ketika ini sudah terjadi?
Ada sebuah kisah yang mungkin bisa menginspirasi yakni kisah Nabi Yakub A.S. Beliau adalah keturunan bani Israil yakni keturunan dari Nabi Ibrahim A.S dan ayah dari nabi Yusuf A.S.
Rasa sayang Yakub yang berlebih kepada Yusuf membuat 10 saudara lain iri dan berniat untuk menyingkirkan Yusuf. Suatu saat para saudaranya dipercaya oleh Yakub untuk menjaga Yusuf ketika mereka mengajak main, tetapi para saudaranya memanfaatkan ini unutk mentingkirkan Yusuf dar ayahnya. Yusuf di buang kedalam sumur dalam namun dangkal airnya. Setelah itu mereka pulang dan berbohong kepada ayahnya bahwa Yusuf telah dimakan oleh kawanan serigala hutan dan membawa baju yang berlumuran darah. Yakub tahu bahwa darah itu bukanlah darah Yusuf sehingga dia kecewa kepada para anak tertuanya karena telah berbohong kepadanya.
Beberap tahun kemudian setelah kejadian itu para saudaranya menyesal karena tak ada perubahan yang dihasilkan ayah mereka terhadap apa yang telah mereka perbuat. Beberapa saat itu ketika paceklik melanda negeri mereka kejadian yang hampir sama menimpa Yakub lagi. Anak paling sulungnya, Bunyamin juga tak bisa dijaga oleh para anak tertuanya sehingga menambah kesedihan dan kekecewaan Yakub karena kesempatan yang telah ia percayakan kembali digores yang mengakibatkan matanya buram karna telalu banyak sedih yang ia rasakan.
Lalu apa yang Yakub lakukan? apakah ia memaki anaknya? memarahi dan menghukum mereka? ataukah mereka tak lagi diakui sebagai anaknya? Tidak, Yakub tak melakukan hal itu. Ia hanya pasrah kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui kondisinya. Ia pun seraya berkata "Sungguh aku hanya mengadu akan kesedihan dan keperihanku kepada Allah SWT".
Beberapa saat atau bertahun kemudian Yakub kembali berkumpul bersama Yusuf dan seluruh keluarganya.
Apa yang dapat kita ambil? Kepercayaan yang telah kita berikan kepadfa orang lain terkadang dibalas dengan kekecewaan. Namun hal itu tak lah membuat kita menjadi murka dan tak mau lagi mempercayai orang yang telah mengecewakan kita. Kita hanya perlu untuk mengadu kepada Tuhan ketika tak ada lagi satupun yang dapat kita percayai lagi dan bersabarlah. Niscaya akan meraih petikan yang terbaik








0 komentar:
Posting Komentar